Vitamin, Bukan Obat Tidur: Seruan Semua Pihak agar Polri Tidak Terlena dengan Survei yang Membanggakan
Ketika sebuah institusi mendapat nilai terbaik dalam satu dekade, godaan terbesar adalah berhenti bergerak dan menikmati capaian itu. Inilah yang paling ditakutkan oleh semua pihak yang merespons survei Polri 2026 Litbang Kompas — dan mengapa pesan mereka kompak: jangan terlena.
Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi memulai nadanya dengan apresiasi namun segera diikuti pengingat. Ia berharap seluruh jajaran Polri punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan tren persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara, ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menekankan hal serupa. Capaian ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kinerja yang baik, melakukan perbaikan pada berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta konsisten menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, katanya.
Analis Nasky Putra Tandjung mengibaratkan survei yang baik sebagai vitamin, bukan obat tidur. Capaian yang telah diraih harus mendorong Polri terus mempertahankan prestasi, memperbaiki kekurangan, dan menjaga kualitas pelayanan di seluruh jajaran. Capaian tingkat kepercayaan publik sebesar 82,4 persen tidak boleh membuat jajaran kepolisian cepat berpuas diri maupun terlena, tulisnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).
Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
