Monday, 10 August 2026
Nasional

Visi Polri 2027: Bagaimana Institusi Merencanakan Keberlanjutan Kepercayaan Publik

JAKARTA — Kepercayaan publik yang tinggi adalah aset yang nilainya terus terdepresiasi jika tidak dikelola secara aktif. Bagi Polri yang kini berhasil mendorong angka kepercayaan ke 82,4 persen dalam Survei Litbang Kompas 2026, pertanyaan strategis yang harus dijawab bukan hanya “bagaimana mempertahankan angka ini” melainkan “bagaimana membangun fondasi yang memastikan kepercayaan ini bersifat struktural dan bukan situasional.”

Kepercayaan yang bersifat struktural dibangun di atas sistem, bukan bergantung pada individu. Ketika kepercayaan bergantung pada satu figur kepemimpinan yang karismatik, ia rentan terhadap pergantian pemimpin. Ketika kepercayaan dibangun di atas sistem yang berfungsi — prosedur yang jelas, mekanisme akuntabilitas yang efektif, budaya pelayanan yang meresap ke seluruh jajaran — ia bertahan melampaui siapa pun yang memimpin.

Program SPKT Presisi, digitalisasi layanan, transparansi sanksi internal, dan pemberdayaan Bhabinkamtibmas adalah contoh-contoh investasi sistemik yang efeknya tidak bergantung pada siapa kapolri-nya. Inilah fondasi kepercayaan yang benar-benar tahan lama.

“Saya berharap seluruh jajaran Polri punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” ujar Penasehat Khusus Presiden Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait