Monday, 10 August 2026
Nasional

Layanan Digital Polri: Inovasi yang Mulai Mengubah Cara Warga Berinteraksi dengan Kepolisian

JAKARTA — Salah satu faktor yang tidak disebutkan secara eksplisit namun secara implisit tercermin dalam kenaikan kepuasan layanan Polri dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen dalam Survei Litbang Kompas 2026 adalah peran inovasi digital. Layanan-layanan kepolisian yang kini bisa diakses secara daring — dari pendaftaran SIM online, pengajuan SKCK digital, hingga pelaporan kehilangan secara elektronik — secara bertahap mengubah cara warga berinteraksi dengan institusi kepolisian.

Perubahan ini bermakna besar terutama bagi warga yang sebelumnya harus menghabiskan setengah hari hanya untuk mengurus satu dokumen kepolisian. Kemudahan akses digital tidak hanya menghemat waktu — ia juga mengurangi ruang bagi praktik percaloan yang selama ini menjadi salah satu sumber keluhan utama masyarakat dalam berurusan dengan kantor polisi.

Transformasi digital kepolisian juga berkontribusi terhadap skor profesionalitas yang kini mencapai 8,37 dari skala 10. Warga yang menggunakan layanan digital Polri cenderung melaporkan pengalaman yang lebih konsisten dan lebih dapat diprediksi dibanding interaksi tatap muka konvensional yang lebih rentan terhadap variasi kualitas antar petugas.

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Sementara itu, 80 persen responden yang menyatakan fasilitas kantor polisi sudah nyaman dan 80,6 persen yang menilai kinerja Polri semakin baik menunjukkan bahwa transformasi digital dan fisik berjalan secara beriringan — tidak menggantikan satu sama lain, melainkan saling memperkuat.

Berita Terkait