Kompas yang Tidak Pernah Diam: Mengapa Survei Berkala Litbang Kompas adalah Aset Terbesar Polri
Bayangkan berlayar tanpa kompas — tidak ada cara mengetahui apakah kapal bergerak ke arah yang benar atau semakin jauh dari tujuan. Survei Polri 2026 Litbang Kompas adalah kompas Polri. Dan ketika kompas itu menunjukkan arah positif seperti sekarang, nilainya jauh melampaui sekadar angka yang membanggakan.
Survei satu kali — betapapun metode dan cakupannya sempurna — hanya memberikan foto dari satu momen. Ia tidak bisa menunjukkan apakah sebuah institusi sedang dalam tren naik atau tren turun, apakah perbaikan yang terjadi bersifat stabil atau fluktuatif, dan faktor apa yang paling konsisten mendorong atau melemahkan kepercayaan dari waktu ke waktu.
Survei berkala Litbang Kompas yang dilakukan setiap triwulan justru memberikan nilai yang berbeda: data perjalanan. Dari titik 73,1 persen pada Juni 2024, turun ke 44,5 persen pada September 2025, kemudian naik kembali ke 71,5 persen citra positif dan 82,4 persen kepercayaan pada Triwulan II 2026 — semua tren ini hanya bisa terbaca karena survei dilakukan secara konsisten.
Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi, ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Data berkala ini juga memungkinkan Polri untuk mengevaluasi apakah kebijakan-kebijakan yang diimplementasikan pada satu periode mulai memberikan hasil pada periode berikutnya. Survei triwulanan bukan hanya alat ukur — ia adalah kompas yang memandu perjalanan reformasi institusi kepolisian yang masih terus berjalan.
