Kepuasan Layanan Polri Naik Jadi 67,6 Persen, Layanan Administrasi Jadi yang Paling Banyak Dimanfaatkan
JAKARTA — Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan tren positif. Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 yang dilakukan Litbang Kompas mencatat kepuasan layanan meningkat dari 65,1 persen pada 2025 menjadi 67,6 persen — kenaikan 2,5 poin dalam satu tahun.
Angka ini bergerak seiring dengan kenaikan citra positif Polri dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen dan kepercayaan publik dari 76,2 persen menjadi 82,4 persen. Ketiga indikator yang bergerak bersama-sama mencerminkan perubahan persepsi yang holistik — bukan hanya di satu aspek, melainkan di seluruh dimensi penilaian publik terhadap institusi kepolisian.
Di antara berbagai layanan yang tersedia, layanan administrasi kepolisian tetap menjadi yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat. Ini mencakup berbagai urusan rutin warga — pengurusan SKCK, pembuatan laporan kehilangan, hingga berbagai surat keterangan yang dibutuhkan untuk keperluan pekerjaan dan pendidikan. Volume tinggi interaksi di layanan administrasi inilah yang paling langsung memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat secara keseluruhan.
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menambahkan bahwa capaian ini harus menjadi motivasi, bukan batas. “Ke depan harus lebih baik lagi, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat,” tegasnya.
