Kepercayaan Polri Sudah Melampaui Angka Sebelum Krisis — Apa Artinya bagi Institusi
JAKARTA — Pada Juni 2024, sebelum serangkaian kasus yang mencoreng citra Polri mencuat ke permukaan, citra institusi kepolisian berada di 73,1 persen. Kini, dua tahun kemudian setelah melewati lembah paling dalam dalam satu dekade, citra Polri dalam Survei Litbang Kompas 2026 berada di 71,5 persen — hampir menyentuh level pra-krisis. Dan yang lebih mengesankan, kepercayaan publik bahwa kinerja Polri akan semakin baik kini bahkan melampaui baseline tersebut, mencapai 82,4 persen dari 76,2 persen pada 2025.
Ini bukan sekadar pemulihan — ini adalah bukti ketahanan institusional. Institusi yang mampu bangkit dari titik terendah, belajar dari kesalahan, dan kembali mendapatkan kepercayaan publik dalam waktu relatif singkat adalah institusi yang memiliki fondasi nilai dan kapasitas reformasi yang nyata.
Dalam ilmu manajemen organisasi, kemampuan untuk pulih dari krisis kepercayaan sering kali lebih bermakna dari sekadar mempertahankan kepercayaan yang tidak pernah terguncang. Polri yang telah melewati September 2025 dengan citra 44,5 persen dan kini kembali mendekati angka tertingginya telah membuktikan bahwa institusi ini bukan hanya mampu berubah — tetapi mampu berubah cukup cepat untuk memenangkan kembali hati masyarakat.
Kinerja institusi ini harus diapresiasi, dan ini menandakan desakan reformasi Polri selama ini berjalan dengan baik, ujar Kornas Presidium Pemuda Timur Sandri Rumanama, Jumat (26/6/2026).
Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
