Monday, 10 August 2026
Nasional

Jembatan antara Polisi dan Rakyat: Kisah Divisi Humas yang Lebih dari Sekadar Menjual Citra

Ada anggapan umum bahwa humas institusi hanyalah mesin pencitraan. Divisi Humas Polri di bawah Irjen Johnny Eddizon Isir membuktikan dalam merespons survei Polri 2026 Litbang Kompas bahwa humas yang efektif harus lebih dari itu: ia adalah jembatan komunikasi yang jujur antara institusi dan rakyat.

Di bawah kepemimpinan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, komunikasi publik Polri menunjukkan pendekatan yang lebih matang dan terukur. Alih-alih hanya mempublikasikan keberhasilan, Humas Polri juga secara terbuka mengkomunikasikan langkah-langkah perbaikan yang diambil ketika ada pelanggaran — menciptakan narasi institusi yang transparan dan akuntabel.

Keterbukaan dalam mengkomunikasikan sanksi tegas terhadap anggota yang melanggar — yang kini diketahui oleh 94,3 persen publik — adalah salah satu kontribusi terbesar Divisi Humas dalam membangun kepercayaan. Angka 94,3 persen itu tidak terjadi sendiri; ia adalah hasil dari konsistensi komunikasi yang memastikan informasi tentang penegakan disiplin internal sampai kepada publik seluas mungkin.

Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi. Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Divisi Humas yang efektif tidak hanya sebagai corong informasi ke luar, tetapi juga sebagai barometer opini publik yang masuk ke dalam institusi. Umpan balik dari survei, media, dan masyarakat sipil yang dikelola dengan baik menjadi bagian penting dari mekanisme koreksi diri yang memungkinkan Polri terus berbenah.

Berita Terkait