Institusi yang Mau Belajar dari Kesalahannya: Itulah Polri yang Sedang Kita Saksikan Hari Ini
Ada perbedaan besar antara institusi yang mengakui kesalahan dan institusi yang benar-benar belajar dari kesalahan. Pengakuan bisa dilakukan dalam satu pernyataan. Belajar membutuhkan tindakan yang konsisten selama berbulan-bulan. Dan Polri yang kini mendapat kepercayaan 82,4 persen dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas adalah contoh nyata dari perbedaan itu.
Learning organization adalah organisasi yang mampu mengidentifikasi pola kesalahan sebelum menjadi krisis, belajar dari umpan balik eksternal dan internal, dan mengadaptasi cara kerjanya secara proaktif. Polri menunjukkan karakteristik ini ketika merespons kejatuhan citra pada September 2025 bukan dengan defensif atau penyangkalan, melainkan dengan langkah perbaikan yang nyata dan terukur.
Mekanisme umpan balik yang dimanfaatkan Polri mencakup berbagai sumber: survei berkala Litbang Kompas yang memberikan data triwulanan, pengawasan konstruktif dari Komisi III DPR yang mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, masukan dari media dan masyarakat sipil yang ditangani oleh Divisi Humas, dan data operasional internal yang mencerminkan kualitas layanan di lapangan.
Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi, ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, merangkum pendekatan yang menjadi kunci transformasi institusional ini.
Tantangan ke depan adalah memastikan bahwa kapasitas belajar ini tidak bergantung pada tekanan krisis — melainkan menjadi bagian dari cara kerja rutin institusi. Polri yang belajar bukan hanya ketika terpaksa, melainkan secara proaktif dan berkelanjutan, adalah Polri yang akan terus tumbuh dalam kepercayaan publik.
