Evaluasi Polri Triwulanan: Mengapa Survei Berkala Lebih Berharga dari Survei Satu Kali
JAKARTA — Yang membuat Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri yang dilakukan Litbang Kompas sangat berharga bukan hanya angka-angka yang dihasilkannya — melainkan fakta bahwa ia dilakukan secara berkala sehingga menghasilkan data deret waktu yang bisa melacak tren. Tanpa data triwulanan yang konsisten, kita tidak akan pernah tahu bahwa citra Polri pernah jatuh ke 44,5 persen pada September 2025 dan kini sudah pulih ke 71,5 persen.
Data deret waktu adalah alat evaluasi yang jauh lebih kuat dibanding survei satu kali. Ia memungkinkan identifikasi pola — apakah kepercayaan naik secara konsisten, stagnan, atau berfluktuasi tergantung peristiwa tertentu. Ia juga memungkinkan korelasi antara perubahan kebijakan dengan perubahan persepsi: ketika sebuah program baru diluncurkan, apakah kepercayaan naik pada survei berikutnya?
Bagi Polri, data triwulanan Litbang Kompas adalah cermin yang mengungkapkan dampak nyata dari setiap keputusan kebijakan. Ketika kepercayaan turun di satu triwulan, ada pertanyaan yang harus dijawab: apa yang terjadi? Ketika naik seperti sekarang, ada pelajaran yang harus diidentifikasi: apa yang berhasil?
“Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir — pernyataan yang mengakui fungsi evaluatif survei berkala sebagai kompas arah kebijakan.
