Apa yang Tersembunyi di Balik Skor 8,37: Membaca Profesionalitas Polri Lebih dalam dari Angka
JAKARTA — Skor 8,37 dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas adalah angka yang terdengar teknis. Namun jika kita mau mengupas lapisan-lapisan di baliknya, yang ditemukan adalah cerita tentang bagaimana sebuah institusi mengubah cara kerjanya dari dalam — perubahan yang tidak bisa dipaksakan oleh regulasi semata, melainkan harus tumbuh dari budaya organisasi.
Berbeda dari pertanyaan persepsi umum, penilaian profesionalitas ini hanya diajukan kepada responden yang pernah berhubungan langsung dengan Polri. Mereka diminta menilai pengalaman nyata dalam berinteraksi dengan institusi kepolisian melalui 20 aspek yang mencakup pengurusan dokumen kepolisian, pelayanan administrasi, kegiatan pengamanan, hingga patroli polisi. Rata-rata dari 20 penilaian itulah yang menghasilkan skor 8,37 dari skala 10.
Selain itu, 80 persen responden yang pernah berkunjung ke kantor polisi menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kini sudah terasa nyaman — sebuah angka yang mencerminkan perubahan fisik dan budaya pelayanan yang mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kenaikan angka kepuasan dan profesionalitas ini merupakan buah dari dedikasi seluruh personel Polri, mulai dari tingkat Mabes hingga para Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak pelayanan di desa-desa,” ujar Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa Polri memandang setiap hasil survei sebagai bahan evaluasi. “Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegasnya.
