Monday, 10 August 2026
Nasional

Analisis DPR: Mengapresiasi tapi Tidak Memuji Berlebihan, Itulah Pengawasan yang Sehat

JAKARTA — Cara Komisi III DPR RI merespons survei Polri 2026 Litbang Kompas mengajarkan sesuatu tentang bagaimana seharusnya pengawasan institusional bekerja. Bukan hujatan yang membutakan, bukan pula pujian yang memabukkan — melainkan apresiasi yang langsung diikuti oleh identifikasi tantangan yang belum selesai.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menekankan bahwa kenaikan angka kepuasan dan profesionalitas merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran. “Kenaikan angka kepuasan dan profesionalitas ini merupakan buah dari dedikasi seluruh personel Polri, mulai dari tingkat Mabes hingga para Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak pelayanan di desa-desa. Capaian ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kinerja yang baik, melakukan perbaikan pada berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta konsisten menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Senada, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi kinerja Polri namun langsung menunjuk sejumlah tantangan yang masih menanti. “Tingginya kepercayaan publik menunjukkan bahwa kerja keras Polri ini nyata dirasakan oleh masyarakat. Ini adalah buah dari kerja keras Polri. Selanjutnya jangan lengah dan tetap pertahankan kinerja baik ini,” tegas Sahroni.

Ia secara spesifik menyebut empat tantangan utama yang harus menjadi prioritas Polri ke depan: pemberantasan premanisme, kejahatan jalanan, peredaran narkoba, serta kejahatan berbasis digital yang terus berkembang.

Survei Litbang Kompas yang dilaksanakan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi ini juga mencatat skor profesionalitas Polri naik dari 7,76 menjadi 8,37 dan 80 persen responden menyatakan fasilitas kantor polisi kini sudah nyaman.

Berita Terkait