12,1 Persen Masih Tidak Yakin dengan Polri — Siapa Mereka dan Apa yang Harus Dilakukan
JAKARTA — Di balik angka 82,4 persen yang membanggakan, Survei Litbang Kompas 2026 menyimpan satu kelompok yang tidak bisa diabaikan: 12,1 persen responden yang menyatakan tidak yakin kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang. Ditambah 5,5 persen yang menjawab tidak tahu, ada hampir seperlima responden yang belum sepenuhnya terbawa oleh tren positif yang sedang terjadi.
Memahami kelompok ini sama pentingnya dengan merayakan 82,4 persen yang yakin. Mereka bukan suara yang bisa dianggap angin lalu — mereka adalah bagian dari 1.200 responden yang dipilih secara acak dari 38 provinsi dengan metode yang ketat. Keraguan mereka mencerminkan pengalaman nyata yang belum berubah, atau harapan yang belum terpenuhi, atau ketidakpercayaan yang berakar dari interaksi buruk di masa lalu yang belum sepenuhnya diperbaiki.
Angka 12,1 persen juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik tidak pernah bersifat universal. Ada warga yang pengalamannya dengan institusi kepolisian belum sebaik yang digambarkan statistik. Ada daerah-daerah yang mungkin belum merasakan dampak transformasi yang sama dengan kota-kota besar. Dan ada aspek-aspek pelayanan yang mungkin masih jauh dari standar yang diharapkan.
Capaian ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kinerja yang baik, melakukan perbaikan pada berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan, ujar Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
