Analisis: Mengapa 82,4 Persen adalah Awal yang Berbahaya jika Salah Dikelola
JAKARTA — Ada paradoks dalam keberhasilan yang sering tidak disadari: capaian tertinggi adalah saat paling rentan bagi sebuah institusi. Ketika survei Polri 2026 Litbang Kompas mencatat kepercayaan publik 82,4 persen, Polri bukan sedang berada di zona aman — ia sedang berada di zona dengan ekspektasi tertinggi dan ruang kesalahan terkecil.
Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengakui paradoks ini dengan jelas. “Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengartikulasikan peta jalan ke depan dengan jelas. “Capaian ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kinerja yang baik, melakukan perbaikan pada berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta konsisten menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya.
Survei yang dilaksanakan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi pada 9-18 April 2026 ini mencatat pencapaian menyeluruh: kepercayaan publik 82,4 persen, citra positif 71,5 persen, kepuasan layanan 67,6 persen, skor profesionalitas 8,37 dari skala 10, dan 80 persen responden yang menyatakan fasilitas kantor polisi sudah nyaman.
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
