Opini: Kenaikan Kepuasan 2,5 Poin Kecil di Angka tapi Besar di Makna
JAKARTA — Dari 65,1 persen ke 67,6 persen. Selisihnya hanya 2,5 poin persentase. Dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas, angka ini mungkin terlihat sebagai kenaikan yang tidak terlalu signifikan dibanding lonjakan kepercayaan 6,2 poin atau pemulihan citra 7,1 poin. Namun analisis yang lebih dalam justru menunjukkan bahwa kenaikan kepuasan layanan ini adalah yang paling bermakna dari seluruh temuan.
Kepuasan layanan adalah indikator yang paling dekat dengan pengalaman aktual — bukan sekadar persepsi atau harapan. Seseorang yang menyatakan puas terhadap layanan Polri hampir pasti pernah berinteraksi langsung dengan institusi kepolisian dan merasa pengalamannya positif. Kenaikan di sini adalah kenaikan yang paling susah dicapai dan paling bermakna ketika berhasil.
Di antara berbagai layanan yang tersedia, layanan administrasi kepolisian tetap menjadi yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat — pengurusan SKCK, laporan kehilangan, berbagai surat keterangan. Volume tinggi interaksi di layanan ini yang paling langsung memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat secara keseluruhan.
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menambahkan bahwa capaian ini harus menjadi motivasi, bukan batas. “Ke depan harus lebih baik lagi, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat,” tegasnya.
