Di balik luka yang belum sepenuhnya pulih, perempuan berinisial YTR (29) menunjukkan ketangguhan luar biasa. Warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30), itu kini mulai menunjukkan perkembangan positif sejak dirawat intensif di RSUP Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Makanan pertama yang diminta YTR usai bebas dari penyekapan adalah mi ayam. Permintaan sederhana itu langsung dipenuhi keluarganya. Bibi korban, Erni Heryadi (39), mengungkapkan bahwa ia sampai hati menyuapi keponakannya itu. Namun yang mengharukan, YTR justru berusaha makan sendiri meski kondisinya masih lemah.
“Saya suapi dia, tangannya malah mau makan sendiri,” tutur Erni. Baginya, mi ayam memang bukan makanan mewah, tapi menjadi hal yang tampaknya tidak dapat dinikmati YTR selama masa penyekapan.
Kondisi YTR saat ini masih memerlukan perawatan serius. Akibat penganiayaan berat yang dialaminya, mata kanan korban terpaksa diangkat karena infeksi parah yang bahkan telah menyebar hingga ke bagian kepala. Mata kiri pun mengalami penyempitan pupil yang membuat penglihatannya sangat terbatas. Selain itu, korban mengalami luka robek di mulut, kehilangan tiga gigi, serta tubuh yang dipenuhi bekas luka dan sundutan rokok.
Meski kondisi fisiknya berat, kuasa hukum keluarga, Januar Solehuddin, memastikan kondisi YTR terus membaik. Korban kini sudah dapat berkomunikasi, meski belum sepenuhnya lancar. Kemajuan itu dianggap sebagai kabar baik yang dinantikan keluarga sejak YTR pertama kali ditemukan pada 10 Juni 2026 dalam kondisi mengenaskan di instalasi gawat darurat RSHS Bandung.
Bibi YTR menggambarkan keponakannya sebagai sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga. Selain berkuliah, YTR dikenal aktif berdagang untuk membantu perekonomian keluarga. Semangat itulah yang kini kembali terlihat dalam setiap langkah kecil pemulihannya.

