Tantangan Generasi: Mampukah Polri Memenangkan Hati Anak Muda yang Tumbuh di Era Media Sosial
Mereka adalah generasi yang tumbuh dengan smartphone di tangan, yang mempertanyakan segalanya secara terbuka di Twitter dan TikTok, dan yang kepercayaannya tidak bisa dibeli dengan iklan — hanya dengan tindakan nyata yang mereka saksikan sendiri. Ini adalah generasi yang paling menentukan masa depan kepercayaan Polri setelah capaian dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas.
Generasi muda — terutama mereka yang tumbuh di era media sosial — memiliki akses informasi yang jauh lebih luas tentang peristiwa-peristiwa yang memengaruhi citra kepolisian. Mereka adalah kelompok yang paling cepat menyebarkan berita tentang penyalahgunaan wewenang, namun juga yang paling cepat mengapresiasi langkah-langkah perubahan nyata yang dapat mereka lihat dan rasakan.
Program-program seperti Jaga Jakarta yang hadir langsung di tengah komunitas, layanan digital yang ramah untuk pengguna smartphone, dan keterbukaan Polri dalam berkomunikasi melalui media sosial resmi menjadi beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap meningkatnya persepsi positif di kalangan pemuda. Namun tanpa segmentasi data survei berdasarkan kelompok usia, pernyataan ini tetap berada di ranah analisis, bukan fakta yang terdokumentasi.
Ia berharap seluruh jajaran Polri punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan tren persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi, ujar Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).
Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
