Monday, 10 August 2026
Nasional

PR yang Belum Selesai: Empat Wajah Kejahatan yang Masih Menunggu Jawaban Polri

Di balik angka kepercayaan yang membanggakan dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas, ada empat wajah kejahatan yang menatap Polri dengan tatapan yang belum terjawab tuntas: premanisme, kejahatan jalanan, narkoba jenis baru, dan kejahatan digital yang terus berevolusi. DPR menyebutnya pekerjaan rumah — dan tenggat waktunya adalah sekarang.

Pertama, premanisme yang masih menjadi gangguan nyata bagi keamanan dan kenyamanan warga di berbagai daerah. Kedua, kejahatan jalanan yang meski menurun masih menjadi ketakutan sehari-hari bagi masyarakat urban. Ketiga, peredaran narkoba yang berdasarkan data operasional Polda Metro Jaya saja sudah menghasilkan pengungkapan lebih dari 3.800 kasus dan penyitaan 17,45 ton barang bukti dalam semester pertama 2026. Dan keempat, kejahatan berbasis digital yang terus berkembang dengan modus yang semakin canggih dan sulit dideteksi.

Tingginya kepercayaan publik menunjukkan bahwa kerja keras Polri ini nyata dirasakan oleh masyarakat. Ini adalah buah dari kerja keras Polri. Selanjutnya jangan lengah dan tetap pertahankan kinerja baik ini. Ke depan harus lebih baik lagi, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat, tegas Sahroni, Jumat (26/6/2026).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memastikan bahwa Polri tidak akan berhenti di angka survei. Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegasnya.

Angka 82,4 persen kepercayaan publik justru meningkatkan standar ekspektasi masyarakat. Semakin tinggi kepercayaan yang diberikan, semakin berat beban yang harus dipikul untuk mempertahankannya.

Berita Terkait