Monday, 10 August 2026
Nasional

Pengamanan Ibadah dan Kerukunan: Polri sebagai Penjaga Toleransi di Tingkat Akar Rumput

JAKARTA — Di antara berbagai tugas Polri yang memengaruhi persepsi publik secara positif, pengamanan kegiatan ibadah dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama adalah yang paling menyentuh dimensi paling dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika petugas kepolisian hadir mengamankan perayaan Natal, Lebaran, Nyepi, atau Waisak — dan melakukannya dengan sikap yang tulus dan profesional — kepercayaan yang terbangun melampaui sekadar hubungan institusional.

Indonesia adalah negara dengan keberagaman agama dan budaya yang sangat kaya, dan kerawanan konflik berbasis identitas adalah realitas yang tidak bisa diabaikan. Polri yang hadir di setiap perayaan keagamaan besar — bukan hanya sebagai petugas keamanan, tetapi sering kali sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang menunjukkan solidaritas antarumat — memainkan peran yang melampaui fungsi kepolisian konvensional.

Pendekatan ini sejalan dengan program Jaga Jakarta yang dicanangkan Polda Metro Jaya — Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah — yang menempatkan kehadiran humanis Polri di tengah komunitas sebagai inti dari strategi keamanan. Ketika Polri terlihat menjaga dengan hati, bukan hanya dengan senjata, kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen menjadi hasil yang bisa dipahami.

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait